Header Ads

WATER IN THE WORLD

Salah satu 'oleh-oleh' yang banyak diminta dari mereka yang  pergi haji adalah air zam-zam. Air yang cuman ada di Mekkah  ini jadi buah tangan khas jamaah haji dengan keistimewaan  tersendiri. Mulai dari rasanya, khasiatnya, hingga asal muasalnya.  Sejarah Asal-Usul Air Zam-Zam Ketika tiba di suatu lembah sunyi, kering dan tak  berpenghuni, Ibrahim Alaihissalam meninggalkan istrinya, Hajar  beserta sang putra beliau Ismail yang saat itu masih menyusu.  Ditinggalkan pula sebuah periuk berisi korma dan tempat minum  yang berisi air.

Hajar tinggal hingga perbekalan habis. Beserta  putranya, beliau mulai merasakan kehausan. Beliau berlari-lari  menuju bukit Shafa untuk melihat, apakah ada orang di sekitarnya.  Ternyata, setelah tiba di tempat itu, tidak ada siapa pun yang  terlihat. Akhirnya Hajar mencoba menuju Marwah untuk tujuan  yang sama, namun apa yang diharapkan tidak diperoleh, hingga  beliau berlari-lari kecil bolak-balik antara Shafa-Marwa hingga tujuh  kali (yang kemudian menjadi salah satu rukun ibadah haji yang  dikenal dengan sa'i), dengan hasil yang sama. Saat itulah malaikat  turun di tempat dimana Ismail ditinggalkan. Di tempat itulah  akhirnya air mamancar. Hingga malaikat itu mengatakan kepada  Hajar,”Janganlah khawatir disia-siakan. Sesungguhnya di tempat  inilah Baitullah yang akan dibangun oleh anak ini dan ayahnya.”  
Itulah kisah yang termaktub dalam Shahih Al Bukhari mengenai asal  usul mata air yang disebut dengan Zamzam ini. Keistimewaan Air Zam-Zam

1. Tak pernah kering.  Mulai dari zamannya Nabi Ibrahim as, hingga hari ini nggak ada  ceritanya Sumur air zam-zam kering alias kehabisan stok.  Padahal setiap musim haji, jutaan liter air zam-zam dikonsumi  oleh jemaah haji dan sebagian dibawa sebagai oleh-oleh saat  pulang ke negeri asalnya. Udah gitu, sumber air zam-zam juga  cuman berasal dari sumur kecil berukuran sekitar 5 x 4 meter  sedalam 40an meter yang terletak di tengah padang pasir yang  kering yang hujannya cuman 2 kali setahun!  

2. Sebagai Obat Diriwayatkan dalam Sahih Muslim, Nabi bertanya kepada Abu  Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar  Ka'bah tanpa makan-minum, selain Zamzam. “Siapa yang telah  memberimu makan?”. “Saya tidak punya apa-apa kecuali air  Zamzam ini, tapi saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan  lemak di perutku” Abu Dzarr menjelaskan, “Saya juga tidak  merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tak menjadi kurus”.  Tambah  Abu  Dzarr.  Lalu  Nabi  saw  menjelaskan:  ”Sesungguhnya, Zamzam ini  air yang sangat diberkahi, ia  adalah makanan yang mengandung gizi”. 

Nabi saw menambahkan: “Air zamzam bermanfaat untuk apa  saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum  dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah  menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud  supaya  merasa  kenyang,  maka  Allah  mengenyangkan  engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu,  maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air  tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR  Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

3. Kaya Akan Nutrisi Hasil penelitian sampel air di Eropa dan Saudi Arabia  menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang  punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti  sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air Zamzam  dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab  sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam  magnesium. Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih  banyak pada air zamzam. Itu mungkin sebabnya air zamzam  membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan.  Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya  selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini.  “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan  umrah yang selalu datang tiap tahun.

Driser, kalo ada kerabat atau tetangga yang pergi naik  haji, jangan lupa deh minta air zam-zamnya. Terus minum deh  dengan menghadap kiblat, baca basmallah, dan niatkan agar  segala penyakit dalam diri kita sembuh. Air zam-zam emang  subhanallah yaa....sesuatu banget![Ridwan] 
Diberdayakan oleh Blogger.