Header Ads

Oki Setiana Dewi : Ingat, Man Jadda Wa jada. Sukseslah untuk dunia dan Akherat

orang Indonesia mana yang nggak kenal Oki Setiana Dewi? Lewat aktingnya sebagai Anna dalam film layar lebar Ketika Cinta  Bertasbih, nama Oki mulai dikenal seantero negeri. Anna yang terkenal pandai dan shalehah, membuat semua orang (termasuk  OD'RISE) penasaran untuk mengenalnya lebih dalam. Alhamdulillah, Hikari (redaksi drise) berhasil ngobrol bareng Mbak Oki seputar  dunia remaja, wanita dan dakwah meski hanya bisa by phone. Langsung simak ajah yuk kutipannya! Let's check it out!

Menurut Mbak, gambaran keadaan remaja Muslim di  negeri kita ini kayak gimana?
Menurut saya, saat ini remaja masih banyak sekali  yang nggak kenal akan jati dirinya. Tidak kenal Islam dengan  utuh dan masih mudah terpengaruh dengan arus  globalisasi. Sangat disayangkan karena banyak remaja yang  tidak tahu bahwa ada aturan yang senantiasa mengiringi  mereka. Islam itu rule of life. Mulai dari kita tidur sampai  kita tidur lagi, Islam itu selalu mengatur kita. Tapi banyak  sekali remaja yang tidak tahu, sehingga banyak remaja yang  jadi hidup dengan kemauannya sendiri. Berangkat dari  faktor ketidaktahuannya remaja soal jati diri, Islam sebagai  rule dan asupan (serangan) globalisasi, akhirnya banyak  remaja yang mudah terpengaruh oleh budaya Barat. Secara  pemikiran remaja kita banyak diserang.

Menurut Mbak, apakah globalisasi itu buruk?
Ada plus dan minusnya sih ya, Mbak. Kita tentu nggak bisa  menutup mata bahwa globalisasi yang dibawa oleh Barat tentunya ada  juga nilai yang baik. Dari segi on timenya-kah, kebersihannya-kah, kerja  kerasnya-kah, semangatnya dlsb, itu adalah hal-hal positif dan kita bisa  pula belajar dari hal tersebut. Tapi kan begini, semua itu kan ternyata  diajarkan oleh Islam. Ada dalam Islam. Nah, jika kita sudah memahami  benar bahwa Islam itu begitu luar biasa, cukup dengan mengenal Islam  dengan baik saja itu sebenarnya sudah mampu membawa kita kepada  kebaikan. Dan mengenai hal-hal yang minus pada globalisasi, ya kita bisa  lihat sendiri lah seperti apa ragamnya. Nggak usah jauh-jauh, di televisi  sendiri kita sudah bisa menilai. Belum lagi di lingkungan. Entah itu soal  busana yang bertentangan dengan Islam, pergaulan, nah inilah yang  lebih banyak mempengaruhi kebanyakan remaja kita. Kebanyakan dari  kita lebih sering meniru, membebek pada hal-hal yang terlihat keren  dan menyenangkan saja. Saat seperti itu, mereka nggak terpikir lagi  (nggak sadar) bahwa mereka sudah terpengaruh dan itu bertentangan  dengan Islam. Inilah yang buruk dan berbahaya

Dengan kondisi remaja muslim yang tidak ideal, upaya apa ya yang kira-kira bisa kita lakukan dan ini merupakan tanggung jawab siapa?
Sejauh ini, memang ada hal yang membuat saya sangat prihatin sekali dan  saya pikir perlu kita lebih soroti, yaitu mengenai angka keperawanan remaja.  Sangat mencengangkan jika kita mengetahui bahwa lebih dari 50% remaja kita,  terdata sudah tidak perawan lagi. Dan melihat hal ini, tentu ini adalah sebuah  hasil dari kelalaian. Ya, kelalaian kita bersama. Banyaknya dari kita nggak peduli  dan nggak mau turun ke masyarakat untuk berdakwah. Padahal ini tanggung  jawab kita semua. Tanggung jawab saya, guru, para pemuka agama, para  penegak keadilan, harusnya bersama-sama mau berdakwah menyampaikan apa  yang kita tahu dan pahami. Semua ada pada porsinya masing-masing.  Kita tahu bahwa ada ayat yang menyeru kepada kita semua untuk mau  menyampaikan kebenaran dan kebaikan walau itu hanya satu ayat. Belum lagi  jika kita melihat bahwa di dalam surah adz-dzariyat 59 itu, ALLAH  nyatanya memerintahkan kepada manusia dan jin untuk beribadah  hanya kepada ALLAH saja. Inilah tujuan hidup. Alasan makanya kita  harusnya mau ber'amar makruf nahi mungkar. Itulah jadi diri. Kita  hidup dari mana, untuk apa dan akan kemana. Kita juga sebagai manusia  adalah Khalifah ternyata di muka bumi. Sebagai pemimpin. Dan jika kita  melihat kondisi yang seperti ini, rasanya memang harusnya ada hukum  yang dapat menindak tegas juga. Jadi ini bukan lagi saatnya  bicara mengenai salah siapa dan tanggung jawab  siapa. Kita semua punya peran untuk  bertanggung jawab. Karena kita semua  lalai.

Tentang ekploitasi perempuan di hampir setiap level,  tanggapan Mbak?
Kita tahu ya, bahwa posisi perempuan itu ada dua: satu, sebagai  perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalehah, dan  dua: wanita bisa pula menjadi fitnah bagi lelaki. Maka itu, betapa  dahsyatnya ALLAH dalam membuat surah khusus untuk wanita (An-Nisa), lalu ada ayat-ayat yang memerintahkan wanita untuk menutup  aurat, menjaga pandangan, dlsb. Tapi ternyata meski pun Islam sudah  mengatur sedemikian lengkapnya, manusia itu sendirilah yang  menjatuhkan dirinya sendiri, menistakan dirinya sendiri. Padahal kalau  wanita menginginkan untuk menjadi perhiasan, dia harusnya mampu  menjaga dirinya dengan baik. Karena sejatinya, yang namanya  perhiasan itu kan disimpan di tempat yang baik, dijaga, disimpan di  etalase (ibaratnya seperti itu), tapi kebanyakan wanita malah senang  sekali membuka aurat di depan umum (murahan). Begitu pula dengan perempuan yang ikut dalam kontes-kontes  kecantikan. Padahal kita tahu ya, yang namanya kontes-kontes  kecantikan itu apa sih yang diunggulkan? Kan yang paling dominan  kecantikan fisik kan?

Karena mana ada sih di dalam kontes kecantikan,  kontestannya gendut (misalnya)? Memang sih, ada yang namanya test  kecerdasan, tapi nggak mesti dengan cara itu kan? Ingat lho, semua  mata jadi tertarik dan tertuju ke arah wanita yang dianggap cantik tadi  (lebih ke arah fisik bukan kecerdasan). Untuk kita berkontribusi di  dalam masyarakat, ya kita bisa dengan potensi kita yang lain yang itu  disukai oleh ALLAH. Ya yang bisa menulis, menulislah dlsb. Dan kenapa saya bisa bicara seperti ini, itu karena saya pernah  mengalaminya. Saya pernah mengikuti kontes-kontes kecantikan itu.  Puluhan kali. Tapi setelah saya belajar, memahami sedikit demi sedikit  tentang hakikat hidup, hingga titik keyakinan, saya berusaha untuk  berproses ke arah yang lebih baik dan memuliakan saya, hijrah. Dan  alhamdulilah saya bisa seperti sekarang. Kenapa saya dulu bisa  melakukan hal itu? Itu kan karena saya belum paham. Makanya, ya  saya sangat percaya akan sebuah proses. Bahwa semua manusia itu  kan ingin baik. Fitrahnya kan seperti itu Bagi yang ngefans atau yang pengen mengenal Mbak Oki lebih  dalam (cieh, kaya hipnotis aja), buku Melukis Pelangi karya Mbak  Oki ini “wajib” kamu koleksi. Buku yang diterbitkan oleh Mizania ini  menceritakan perjuangan beliau dalam mempertahankan  idealismenya sebagai  muslimah untuk tetap istiqomah walau  berkecimpung di dunia hiburan yang sarat dengan godaan dan  cobaan. Saat ini Mbak Oki juga sedang menggarap buku keduanya  “Sejuta Pelangi”. So stay tuned yah!

Kalau saya lihat di twitter, kayaknya Mbak sedang  proses menulis buku kedua ya?
 Iya. Untuk buku pertama saya: “Melukis Pelangi”–yang  alhamdulillah saat ini sudah lima kali cetak dalam waktu  delapan bulan, disana saya menulis sebagai bentuk rasa  syukur saya kepada ALLAH. Tentang skenario ALLAH yang  begitu menakjubkan bagi saya hingga saya bisa sampai seperti  sekarang. Ada banyak kisah yang ingin saya bagi dan apa yang  saya tulis memang merupakan kisah yang terjadi dalam hidup  saya yang harapannya adalah, saat orang lain membaca, ada  yang bisa terbantu dalam mengatasi ujian hidup. Saya paham  benar bahwa setiap orang memiliki kisah hidupnya sendiri-sendiri, tapi ya itu tadi, saya ingin berkontribusi, tidak ingin  melewatkan hal-hal yang sebenarnya bisa diambil sebagai  bentuk pelajaran, jadi ya saya menulis. Buku kedua judulnya “Sejuta Pelangi”. Hehe, memang  nggak jauh-jauh dari buku pertama. Ini adalah kisah semua  orang. Jika ada orang yang bertanya: “Oki, inspiratornya  siapa?” Saya pasti akan jawab, semua orang yang saya temui  adalah inspirasi. Karena memang semua orang itu mampu  memberikan pelajaran kepada saya dengan caranya sendiri-sendiri.  Dari semenjak kecil saya selalu menuliskan apa yang saya  inginkan di dalam sebuah buku. Saya menamainya dengan:  “Dream Book”. Dan menulis salah satu yang saya tuliskan  disana. Kuliah di UI pun saya tuliskan disana. Semuanya lah.  Dengan tulisan, kita pun berdakwah kan sebenarnya? 

Pesan-pesan Mbak Oki untuk D'RISEr (pembaca D'RISE)?

 Hidup ini perjuangan tanpa henti-henti. Hidup itu  berjuang. Semua orang berjuang. Bayi, balita, mereka saja  berjuang agar dirinya bisa merangkak, berjalan, berlari, bicara  dlsb. Kemudian ayah, berjuang mencari nafkah untuk  menghidupi keluarganya, ibu yang berjuang untuk mendidik  serta menjaga anak dan keluarganya. Yang berjilbab, ia  berjuang untuk bisa selalu istiqomah dengan pilihannya. Belum  lagi yang jatuh cinta. Ini juga berjuang. Bagaimana mereka  menahan rindu dan sabar untuk tidak salah dalam mencintai.  Ya. Setiap manusia pasti berjuang. Untuk menjadi yang  terbaik, maka lakukanlah itu dengan sungguh-sungguh. Ingat,  man jadda wa jadda. Sukseslah untuk dunia dan akhirat! Jangan  manja! Karena orang-orang sukses itu nggak bisa dengan  bermanja-manja. Maka, berjuanglah dengan potensi yang ada dan disuka.  Yang suka menulis, ya menulislah. Yang menggambar,  menggambarlah, yang politik, dlsb, ya berjuanglah di bidang  yang dikuasai masing-masing. Dan penting juga untuk diingat,  bahwa di setiap perjuangan pasti akan ada pengorbanan.  Semua orang butuh proses. Semua orang sukses pasti pakai  tangga. Mari berjuang![Hikari 
Diberdayakan oleh Blogger.