Header Ads

TAHUN BARUAN NGAPAIN AJA?

menjelang tahun baru 2012 berbagai acara sudah disiapkan secara khusus oleh beberapa pihak yang berkepentingan, terutama para pemilik usaha. Hal ini Msudah tak dapat dipungkiri lagi. Tahun baruan adalah moment yang biasa dibisniskan; biasa dijadikan ajang hura-hura dan kongkow-hang out nggak jelas. Beneran.

Kita bisa lihat fakta yang terjadi di sekeliling, bahwa tahun baru itu identik dengan suasana glamour dan sarat dengan perilaku hedonistis. Tahun baru rasanya sudah menjadi ritual wajib yang nggak boleh terlewatkan dan tiap-tiap orang memiliki cara berbeda dalam memaknainya (tergantung paradigma berpikir seseorang mengenai hidup dan kehidupan ini). Menurut Bagas Triatmojo, anak Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik UI, mengaku kalau ritual wajibnya saat tahun baru itu masak Indomie (D'RISE garuk-garuk kepala karena belum sampoan nih dengernya, heu).

Menurutnya, perayaan tahun baru itu bukan moment yang penting apalagi spesial. Jadi ya biasa-biasa ajah. Lagian kerjaan udah banyak, jadi nggak ada waktu buat ngurusin acara tahun baru. Terlebih dia juga tahu bahwa ngerayain tahun baru itu budayanya orang kafir. Jadi ya.. biasa ajah lha. Itu buat ukuran seorang Bagas sang penulis buku “Catatan Perjalanan”. Lalu gimana dengan teman-teman remaja lainnya ya?! Tanya via sms aaah..... Adhityo Wisnu Nugroho, teman sesama penulis, mengaku kalau buat tahun baru paling ya nonton film ajah di TV, karena kan kalau tahun baru biasanya filmnya bagus-bagus, he he.. mana cihuy banget tahun baru saya libur kuliah en nggak ngantor. Gitu katanya.

Tapi lain lagi dengan siswi kelas X-1 di Bogor, Silvi Yuni Listiani. Ternyata dia biasa menggelar acara tahun baruan dengan kumpul bareng keluarga, berdo'a supaya di tahun yang akan datang diberi kesehatan, 'ilmu dan rezeki yang bermanfaat. Ia juga meyakini bahwa tahun baruan bisa jadi ajang silaturahmi bareng sanak saudara karena saat tahun baru kan biasanya pada libur. Jarang ada moment luang kayak gitu. jadi menurutnya penting nggak penting ngerayain tahun baruan. Kalau masalah tahu atau nggak acara perayaan tahun baru yang nyatanya mengikuti budaya kaum kafir, Silvi malah nggak tahu.

Tapi yang jelas, menurutnya perayaan tahun baru itu boleh, tergantung ngerayainnya kayak gimana dulu. Kalau menurut Uma, teman penulis, sebenarnya tahu perayaan tahun baru itu ritual milik kaum kafir. Tapi dia masih suka ikut-ikutan, misalnya bakar-bakar jagung, ayam, di rumah sama keluarga. Kalau buat pergi keluar sih alhamdulillah nggak pernah. Tapi biasanya suka berkirim SMS ke temen-temen buat ngucapin selamat tahun baru. Meski mulai tahun kemarin aktivitas kayak gitu nggak pernah dilakuinnya lagi semenjak ngaji sama D'RISE, ehem-hem! Atik Zuroidah, anak Unisla (Universitas Islam Lamongan) jurusan PAI semester 3, mengaku kalau tahun baru dia nggak pernah kemana-mana.

Karena baginya, selama hal tersebut mengarah kepada kesia-siaan atau bahkan keharaman, mending tinggalin ajah. Ada banyak aktivitas positif semisal mengkaji Islam en baca-baca buku yang bisa dilakuin. Lebih dari itu, muhasabah diri. Jeng Atik ini juga mengingatkan kepada kita semua untuk mampu menjadi pribadi Muslim yang lebih baik lagi. Wuiih, keren ya?! Dan ini juga nggak kalah keren niih, Julia Danhariasti kelas XI, MAN di Bogor. Katanya: “Kalau menurut saya sih nggak penting banget acara tahun baru.
 Secara, kita sebagai remaja Islam, masa ngerayain acara tahun baruan yang sia-sia kayak gitu. Lagian banyak fakta yang menjelaskan kalau saat tahun baru itu ada banyak maksiat bertebaran disana. Semacam pacaran, seks bebas dlsb. 

Mana tahun baru Masehi itu juga bukan dari Islam. Jadi kita nggak boleh ikut-ikutan hadhoroh/peradaban mereka. Dan kebanyakan remaja Muslim pada berkiblat ke Barat yang kehidupannya serba bebas yang kalau nggak ngikutin pasti dibilang nggak gaul, cupu, jadul, dlsb. Sengaja banget musuh-musuh Islam (AS dan sekutunya) buat menghembuskan ide kebebasan itu ke remaja Muslim supaya Islam nggak bangkit karena bisa meruntuhkan peradaban mereka. Karena remajalah sebagai generasi penerus perjuangan.” Wow, wow, wow!

Luar biasa semangatnya adik D'RISE yang satu ini. Bangga banget dakh! Hehe! Moga kian caem ya dakwahnya?! ALLAHU AKBAR!!! Dan ya begitulah D'RISEr. Udah cukup jelas bagi kita bahwa sebagai Muslim yang mengaku beriman kepada ALLAH, merupakan konsekuensi jika kita teguh pada pendirian Islam yang sempurna. Tahun baru Masehi bukan budaya orang Islam. Buat do'a, muhasabah diri, dan melakukan hal-hal positif juga nggak perlu moment khusus. Kapan ajah kita bisa melakukannya. So, jangan tergiur untuk ikut-ikutan tahun baruan ya?! Jangan juga cari-cari alasan untuk mengcover perbuatan kamu untuk dianggap benar.

Patuhilah hukum syara' biar hidup kita bahagia. Say no to tahun baru, sms ucapan happy new year, terompet, kembang api dan tralala trilili (untuk kalimat terakhir ini, bacanya pakai aksennya Cinta Laura ya?!). Hehe, oke deh! Moga amal kita hari ini bisa lebih baik dari hari kemarin dan amal kita hari esok bisa lebih baik dari hari ini. Aamiin. Keep on spiriiiiiit! Hmm! [Hikari]
Diberdayakan oleh Blogger.