Header Ads

BEY LASPRIANA (PRAKTISI MARKETING KOMUNIKASI SYARIAH)

“Marketing komunikasi sekarang bukan hanya  mendorong seseorang menjadi konsumeris, tapi  juga 'menyerang' persepsi kita.” setiap hari kita disodorin banyak iklan lewat media. Dari  yang norak sampe yang bikin ngakak. Malah tak sedikit  Syang menginspirasi. Dibalik iklan-iklan itu, ada orang-orang marketing komunikasi yang putar otak biar iklannya  sukses menggaet konsumen. Kang Hafidz341 berkesempatan  untuk ngobrol dengan mas Bey, panggilan akrab Bey Laspriana,  seorang pakar Marketing Komunikasi Syariah. Berikut  kutipannya. Lanjuuut!

 Apa sih yang dimaksud marketing komunikasi? Apa  manfaatnya?  
Marketing komunikasi (marketing communication) atau  sering di sebut juga komunikasi pemasaran itu  sebenarnya sebuah terapan ilmu komunikasi yang dipake  untuk men-support aktivitas marketing (pemasaran) agar  produk (contohnya: laptop) atau jasa (contohnya:  lembaga pendidikan/sekolah) dengan merk (brand)  tertentu yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan bisa  dilihat, didengar, dirasakan, lalu dibeli deh oleh konsumen  seperti rekan-rekan D’Rise. 
Tujuan utama dari marketing  komunikasi ini adalah gimana caranya agar sebuah brand  bisa 'mendekati' konsumen yang jadi targetnya. Makin  hebat strategi marketing komunikasinya (markom), akan  makin besar pula peluang brand itu dikenal dan dibeli  oleh konsumennya. Iklan yang membidik pasar remaja banyak yang sukses menumbuhkan  jiwa konsumtif pada remaja. Apa ini hasil dari marketing komunikasi? Sejujurnya, ya--meski tidak sepenuhnya akibat marketing komunikasi.  Dalam dunia bisnis yang kapitalistik, salah satu indikator keberhasilan  sebuah strategi komunikasi pemasaran adalah terjadi pembelian secara  besar-besaran. Konsumen remaja misalnya, bukan saja di 'iming-iming'  agar mau membeli, tetapi juga dibentuk sebuah persepsi (mindset)  bahwa “kalo loe mau dianggap anak gaul, maka pakelah produk ini”.

 Apakah marketing komunikasi punya aturan main dalam  menyampaikan pesan pada konsumen? Bagaimana  dengan iklan yang menampilkan wanita dengan busana  mengumbar aurat?
Ya. Namanya 'Etika Periklanan Indonesia' yang disusun  oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I).  Misalnya, dilarang untuk menggunakan kata 'paling'  dalam setiap iklan. Tidak boleh berbau 'sara'. Tapi dalam  masalah membuka aurat memang tidak ada aturan dan  batasan yang tegas. Maklum, karena memang aturan itu  tidak dibangun dalam kerangka Islam (baca: syariah) Seperti apa gambaran marketing komunikasi yang sehat dan mendidik? Secara umum tidak menimbulkan ekses negatif. Misalnya bisa  menimbulkan persepsi yang bertentangan dengan akidah, memunculkan  dorongan nau' (ketertarikan pada lawan jenis) atau bahkan terdorong  untuk berzina. Naudzubillah.

Apakah ilmu marketing komunikasi bermanfaat untuk  pengembangan diri remaja?
 Sangat bermanfaat. Begini...dalam markomm ada yang  dinamakan dengan strategi personal branding. Simpelnya  adalah sebuah strategi yang ditujukan untuk membangun  citra diri seseorang. Nah, seorang remaja apalagi dia  remaja muslim, sudah seharusnya sejak dini belajar  membangun citra dirinya, dia ingin 'dikenal' sebagai apa.  Misalnya ingin dikenal menjadi seorang pakar syariah  marketing communication seperti saya (haha..narsis dikit  ya), maka dia harus  fokus melakukan segala hal yang  membuat dia menjadi seorang pakar markom syariah.  Gagasan, ide, pendapat, tulisan dan kreatifitas yang  dibuat harus menunjukkan dia pakar di bidang itu. Kalau  dilakukan secara konsisten, maka lambat laun orang akan  mengenalnya sesuai dengan core competency-nya. Itu  baru satu. Yang lainnya masih banyak lagi.....

Selain marketing konvesional, kini ada marketing komunikasi  berbasis syariah. Apa sih bedanya?
Singkatnya, perbedaan itu terletak pada dasar pijakan yang  dijadikan landasan membangun kreatifitas komunikasi. Dalam  marketing komunikasi syariah yang saya kembangkan bersama  rekan-rekan di Syafa'at Marcomm adalah 'aqidah dan syariah'  dijadikan sebagai 'frame of mind'. Artinya aqidah dan syariah  dijadikan pijakan boleh dan tidaknya sebuah gagasan, ide, konsep,  kreatifitas dan strategi markom dikembangkan. Mengapa begitu?  Karena di dunia markom konvensional ide, gagasan, kreatifitas itu  bebas nilai. Bagi mereka yang penting bisa mempengaruhi  konsumen dan mendongkrak penjualan. 'Frame of Mind' ini yang  kemudian yang menstandarisasi kerangka kerja kreatif atau dalam  bahasa kerennya 'Frame of Work'. Begitu....

Apakah ilmu marketing komunikasi bisa dipakai untuk  menyampaikan dakwah Islam?  
Tentu saja bisa. Saya juga pengemban dakwah. Dakwah kan  upaya menyeru untuk mengubah seseorang atau masyarakat  menjadi lebih baik dalam kehidupan yang Islami. Nah, untuk  mengubah kan harus dirancang konten dakwahnya demikian  pula pengemasannya agar bisa diterima dengan baik oleh target  audiens yang disasar. Berhadapan dengan remaja, tentu  berbeda saat dakwah dilakukan kepada para pejabat  pemerintahan misalnya. Isinya bisa sama, tapi pengemasan  bahasa; cara menyampaikan; media yang digunakan; visualisasi;  momentum dan siapa yang harus menyampaikan kan berbeda.  Disinilah strategi markom itu dibutuhkan sekali. Tidak kah Rasul  saw juga sangat memperhatikan dengan siapa ia berbicara saat  menyampaikan dakwahnya?

Terakhir, apa pesan mas Bey untuk temen-temen drise dalam  mensikapi gencarnya marketing komunikasi yang membidik  segmen remaja?

Marketing komunikasi sekarang bukan hanya mendorong seseorang  menjadi konsumeris, tapi juga 'menyerang' persepsi kita. Dan itu  hanya bisa dihadapi dengan kekuatan pemahaman yang benar yang  ada pada diri kita. Oleh karenanya 'ngaji' yang terarah, terstruktur  dan mampu membangun kerangka berpikir yang benar adalah  sebuah keharusan. 
Diberdayakan oleh Blogger.