Header Ads

CUT MEUTIA DAN TIGA PELURU (Bagian 4)

Teungku Ismail Yakub dalam karya klasiknya yang berkisah tentang Cut Meutia mengisahkan bahwa Sultan Aceh Alaiddin Muhammad Daud Syah turut aktif dalam perjuangan di pedalaman Aceh. Sebagai seorang pemimpin perlawanan, suami Cut Meutia, Teuku Cik Tunong, berkoordinasi dengan Sultan Aceh, sementara Cut Meutia sendiri selalu menyertainya.
Semakin hari berlalu, perjuangan jadi semakin sulit.
.
.
Para ulama dan penglima yang memimpin perlawanan telah banyak yang syahid karena peluru Belanda. Dalam masa-masa seperti itu tersiarlah kabar bahwa Sultan Aceh telah “turun gunung”. Maksud turun gunung di sini adalah menyerah kepada Belanda. Penyerahan ini dikabarkan diikuti oleh para pembesar kesultanan lainnya, seperti Panglima Polem dan Tuanku Raja Keumala.
.
.
Mulanya Teuku Cik Tunong ragu akan kebenaran kabar itu. Setelah ditelusuri, ternyata kabar itu benar adanya. Sultan menyerah di Ie Leubeue Pidie pada tanggal 9 Januari 1903. Dari Sigli, Sultan berangkat ke Kutaraja (Banda Aceh) pada tanggal 13 Januari 1903. Pada tanggal 20 Januari 1903, Sultan bersama putranya, Tuanku Ibrahim, diterima oleh Gubernur J.B. van Heutsz.
.

.
Para pejuang tidak pernah memandang hal ini adalah sebuah penyerahan diri, melainkan sebuah upaya pengumpulan kekuatan kembali, dan ketika nanti kesempatan telah terbuka, perlawanan pun akan dikobarkan kembali. Karena itulah Teuku Cik Tunong ikut turun gunung juga. Berdasarkan catatan dari buku Gedenkboek van Het Korps Marechaussee van Atjeh en Onderhoorigheden 1890 - 1940, melapornya Teuku Cik Tunong terjadi pada tanggal 5 Oktober 1903 di Lhokseumawe. Kira-kira 9 bulan kemudian setelah Sultan melapor di Ie Leubeue Pidie pada tanggal 9 Januari 1903. Bagaimana kisah kehidupan Teuku Cik Tunong dan Cut Meutia sekeluarga setelah peristiwa “melapor” ini?
.
.
(Foto: Pasukan Marechaussee (Marsose) yang dilatih sebagai pasukan kontra gerilya sedang berpose di atas mayat-mayar para pejuang. Cut Meutia pun dibunuh oleh serdadu Marsose ini)
@sejarah.islam
Diberdayakan oleh Blogger.