Header Ads

MAJALAH DRISE EDISI 23 : HUBBUL WATHON MINAL SOCCER

“Some people think football is a matter of life and death. I

assure You, it’s much more serious than that,”[Bill Shankly,

mantan manajer sukses Klub Liverpool].

olah raga apa yang hampir disukai semua orang? Jawabannya pasti sepakbola alias soccer binti footbal. Ya, sepakbola dengan segala tetek bengeknya menjadi olah raga favorit di seluruh dunia. Mulai dari anak sekolah sampe yang udah kuliah. Dari yang ingusan sampe yang ubanan.

Nggak cuman cowok, kaum cewek juga ikut ambil bagian. Situs most-popular.net (2006, March 20) berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA) pada tahun 2001 menyatakan bahwa sepakbola adalah olahraga paling populer dimainkan hari ini. Survei ini menunjukkan bahwa lebih dari 240 juta orang memainkan olahraga sepakbola di lebih dari 200 negara di hampir setiap bagian dari dunia. Mantabs! Jumlah para bola mania akan otomatis membengkak menjelang hajatan gede-gedean seperti Piala Eropa 2012 yang akan digelar Bulan Juni mendatang di Polandia dan Ukraina.

Pastinya bola mania nggak bakal melewatkan agenda dua tahunan ini. Berita absennya Bek Barcelona, Carles Puyol dan stiker Davil Villa tentu sangat disayangkan para pendukung negeri matador. Serunya pertandingan di grup B yang disebut-sebut sebagai ‘grup neraka’ tentu bakal jadi big match di layar kata. Lantaran di situ bercokol negara-negara kandidat juara seperti Jerman, Belanda, Portugal, serta Denmark. Buat yang menjagokan Inggris pun jadi agak sedikit galau, karena beberapa pemain andalan juga absen seperti Chris Smalling, dan gelandang Tottenham Hotspurs Scott Parker. Bahkan Rio Ferdinand juga dikabarkan juga akan absen.

Wah, alamat rapuh tuh pertahanannya. Pada bulan Juni ini, Piala Eropa lagi jadi trending topic di dunia maya dan dunia nyata. Perhatian masyarakat dunia tersedot ke Polandia dan Ukraina. Kebayang dong kalo semua energi masyarakat dunia tersedot ke turnamen sepakbola, urusan yang lain nggak bakal dilirik. Berabe nih urusannya. Lantaran hidup bukan cuman buat melototin si kuilt bundar. Masih banyak urusan yang lebih penting dari sepakbola. Apalagi bagi umat Islam. Bisa-bisa pada lupa dengan keadaan umat Islam yang lagi dijajah secara pemikiran dan budaya seperti kedatangan si Lesbi Irshad Manji dan si pemuja setan, Lady Gaga.

Sialnya, hipnotisme sepakbola seperti piala eropa dan piala dunia bakal sering kita temuin 2 tahun sekali. Kita bukan mau ngobrolin panjang perkara kerusuhan yang kental dalam hajatan sepakbola atau euforia masyarakat dunia menyambut pagelaran Piala Eropa. Kita mau ngajak driser nyadar bin ngeh dengan sebuah permainan terorganisir seperti sepakbola yang ditujukan untuk melenakan bahkan menjauhkan kaum muslim dari Islam.

Loh? Apa indikasinya? Jangan main tuduh gitu dong ! Nggak, kita nggak main tuduh. Event bola seperti Piala Eropa, Piala Dunia, Liga Champions punya ‘hidden agenda’. Kalo kita jeli, ‘bola’ itu dijadikan alat yang dipakai musuh-musuh Islam, agar umat muslim dibuat sibuk dengan urusan bola yang akhirnya satu sama lain jadi terkotak-kotak, tersekat-sekat dalam fanatisme sempit. Ini bisa disimak dalam buku rencana- rencana Zionisme menguasai dunia atau Protocols of Zion poin ke 13 yang diterbitkan Prof. Sergyei Nilus di Rusia tahun 1902. Yang isinya: “Protokol 13 : Untuk melengkapi usaha-usaha memonopoli dan mempercepatkan proses keruntuhan kaum industrialis dari kalangan bukan Yahudi, di samping terus mendorong adanya spekulasi itu, maka bangsa Yahudi menyebarkan projek-projek kemewahan, badan pertunjukan di kalangan bukan Yahudi kerana semuanya ini akan menelan kekayaan mereka.

Untuk mengalihkan perhatian orang-orang bukan Yahudi dari memikirkan persoalan politik, maka agen-agen Yahudi hendaklah membawa mereka kepada kegiatan-kegiatan hiburan, olahraga, pesta-pesta, pertandingan-pertandingan kesenian, kebudayaan dan lain-lain lagi” . Tournament sepakbola dipelihara oleh musuh-musuh Islam. Padahal, sudah banyak korban berjatuhan dalam permainan sepakbola. Di Mesir diperkirakan 74 orang tewas dan 248 cedera setelah penggemar sepak bola berdesak-desakan turun ke lapangan saat tim tuan rumah menang mendadak atas klub utama Mesir di kota Port Said, Kamis, 02/02/2012 (syabab.com).

Bagaimana di negeri OVJ? Hmm..gak jauh beda. Fanatisme yang berlebihan dari oknum The Jak Mania pendukung Persjia, Bonek dari Surabaya, atau Viking Bandung sering mewarnai kerusuhan sepakbola kita. Sekali lagi, kita melihatnya bukan hanya karena kerusuhan, sebab kalo itu fokusnya, berarti kalo nggak rusuh berarti nggak masalah.

Nggak, bukan itu pembahasan kita kali ini. Makanya kita melihat kompetisi sepakbola sebagai sebuah masalah mendasar. Karena permainan sepakbola telah menjadi permainan yang melenakan kaum Muslim di seluruh negeri Islam. Kaum muslim yang harusnya menunjukkan perhatian penuh terhadap perjuangan untuk meninggikan agama mereka, malah sebagian para pemuda Muslim digiring ke dalam kehidupan yang melenakkan. Nggak mau peduli dengan kondisi umat Islam yang terpuruk. Kalo kita mengaku sebagai muslim harusnya kita ingat dengan sabda Rasulullah Saw “Barangsiapa bangun di pagi hari dan perhatiannya kepada selain Allah, maka ia tidak berurusan dengan Allah. Dan barangsiapa yang bangun dan tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslimin).” (HR. Hakim dan Al Khatib dari Hudzaifah ra.)

Permainan sepakbola yang terorganisir banyak menyita waktu, tenaga, harga, dan perhatian umat Islam. Para bola mania ‘dipaksa’ untuk masuk dalam ikatan nasionalimse (ashobiyah) pemecah belah umat. Rasulullah Saw ngingetin kita: “Bukan termasuk golonganku yang menyeru kepada Ashobiyyah (kelompok/suku/bangsa), berjuang untuk Ashobiyyah dan mati diatas Ashobiyyah” (HR. Muslim) Kita yang seharusnya memperhatikan urusan kaum muslim, jadi terlena dan hanya fokus pada pertandingan bola, pemain bola, berita seputar bola, sampai jadi fans fanatiknya.

Akibatnya, kepedulian kita terhadap Islam dan kaum muslimin jadi terbengkalai bin terabaikan. Kewajiban seperti sholat jadi ketinggalan gara-gara urusan nonton bola atau membela tim kesayangannya. Kewajiban dakwah, nggak kita jalankan, malah membiarkan pelanggaran hukum syara’ karena menonton dan menampakkan aurat. Nggak melakukan syiar Islam, malah melakukan syiar kekufuran berupa ashobiyah dengan atribut-atributnya. Inilah hasil dari sebuah hipnotisme sepakbola! Untuk sepakbola, sebatas suka dan menjadikannya sebagai salah satu hiburan (ingat lho ya, salah satu hiburan), bisa dan Ashobiyah Harus Punah! boleh-boleh aja. Tapi, sekali lagi jika kita kemudian terhanyut dalam arus ‘permainan terorganisir’ tadi, dengan menjadi fans fanatiknya, ngebelain timnya sampe ke stadion, apalagi sampe anarkis dan lain sebagainya, kayanya nggak bisa ditolelir. Itu udah nunjukkin kita terkena wabah ashobiyah alias fanatisme.

Ikatan ashobiyah, salah satunya nasionalisme ikut menjerumuskan kita pada kehancuran. Coba perhatikan, negeri kita yang mayoritas muslim menjadi terkotak seperti sekarang ini karena nasionalisme. Sehingga kalo tim sepak bola negeri kita berhadapan dengan salah satu negeri muslim, seperti Malaysia misalnya, maka kita akan terkotak dan membela negeri kita, padahal bisa jadi yang bertanding, pemainnya, pelatihnya adalah orang-orang muslim.

Itu baru satu pertandingan bola, belum pertandingan yang lain. Itu baru antar negara tetangga, gimana kalo tingkatannya dunia? Maka negeri muslim yang sekarang terpecah menjadi 50 negara lebih, akan berlomba-lomba dalam kekufuran (ashobiyah), bukan berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot). Imam Ali ra mengingatkan, “Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tak terorganisir” Saatnya, kita sadari bahwa selama ini umat Islam sudah tersekat-sekat dalam kotak kebangsaan nasionalisme (ashobiyah) yang dilarang oleh Rasulullah Saw. Akibatnya, kita tidak bisa bahu membahu, tolong menolong dengan saudara kita di negeri yang lain, karena sekat nasionalisme. Sedih mode: ON!

Driser, kalo udah nyadar hajatan sepakbola bisa bikin kita terlena, segera hentikan diam kita. Udah dari sononya kalo sepakbola bakal menuntut para pecintanya untuk menumbuhkan kecintaan pada tanah air atau daerah sejadi-jadinya. Yup, hubbul wathon minnal soccer alias cinta tanah air adalah bagian dari sepakbola. Saatnya kita kampanyekan pada umat Islam untuk meninggalkan nasionalisme dan mengubur ikatan ashobiyah biar punah. Lalu bersama-sama berjuang untuk mengembalikan eksistensi daulah khilafah Islamiyah yang akan menyatukan negeri-negeri Muslim yang terpecah-belah karena ikatan nasionalisme dan ashobiyah. Lakukan mulai sekarang. Go! [LBR]

Waspada bahaya asobiyah

(1) Kita tidak akan pernah bersatu, dengan ikatan Nasionalisme karena ikatan itu lemah, yang dengan ini kita tidak akan pernah bangkit dari keterpurukan. Dengan ikatan ini, kita berhasil dijebak dalam jerat musuh-musuh Islam, dan kekuatan Islam nggak diperhitungkan lagi oleh musuh-musuh Islam.

(2) Kekuatan Islam ada pada aqidah Islam, itulah yang dulu pernah menyatukan kaum muslimin dan juga melindungi non muslim. Aqidah Islam juga yang membuat Rasulullah Saw bisa mempersatukan kaum Anshor dan Muhajirin, dan mereka memegang teguh Al-Qur’an dan as Sunnah.

(3) Dari Jabir bin Abdullah r.a. berkata, “Kami berperang bersama Rasulullah saw, kaum muhajirin berkumpul bersama Rasulullah saw. sehingga mereka banyak. Dalam rombongan muhajirin ada seorang lelaki yang suka berkelakar. Ia memukul pantat seorang anshar.

Maka marah besarlah orang anshar itu sehingga keduanya saling memanggil temannya. Si anshar berteriak, ‘Hai orang-orang anshar!’ Sedang si muhajirin berseru, ‘Hai orang-orang muhajirin!’ Maka Rasulullah saw. pun keluar dan berkata, ‘Mengapa harus ada seruan ahli Jahiliyah? Kemudian Rasulullah saw. bertanya, ‘Ada apa gerangan dengan mereka?’ lalu diceritakan kepada beliau tentang seorang muhajirin yang memukul pantat seorang anshar. Maka Rasulullah saw. bersabda, ‘Tinggalkanlah seruan Jahiliyah itu karena ia amat buruk’!” (HR Bukhari ).
Diberdayakan oleh Blogger.