Header Ads

MAJALAH DRISE EDISI 25 :DIBALIK GELIAT MUSIK 'DARI GAYA HIDUP HINGGA JALAN HIDUP'

Musik adalah bahasa universal yang bisa dinikmati oleh  siapa saja tanpa memandang umur, negara ataupun  suku bangsa. Semuanya ngerasa asyik kalo udah tune  in dengan musik. Termasuk di negeri Koes Ploes ini. Musik tidak  lagi sekedar hiburan. Tapi sudah bermetamorfosis menjadi 'life  style' alias gaya hidup. Itu berarti, musik sudah jadi bagian yang  tak terpisahkan dari kehidupan. Kalo nggak ngikutin gaya hidup  musisi idolanya, kaya belon afdhol jadi penggila musik. Kalo  nggak dengerin musik, hari-hari kaya kosong aja. Garing tanpa  kuah. Seret dah  

Serangan Musik Mengusik Remaja

Kalo dilihat dari tayangan televisi, musik dinobatkan  sebagai salah satu program terfavorit pilihan pemirsa. Untuk saat  ini (tahun 2012), tayangan musik di teve ada Inbox-nya SCTV, trus  ada Dahsyat-nya RCTI, kemudian ada Tarung Dangdut MNCTV,  Musiklopedia Trans7, Histeria Indosiar, Klik ANTV, 100% Ampuh  GlobalTV, Radio Show tvOne, dan Musik+ MetroTV. Hampir  setiap stasiun televisi punya acara atau program yang bertema  musik. Baik TV nasional, lokal, berjaringan, satelit hingga  berlangganan.

 Acara musik teve yang cukup popular adalah inBox  (SCTV), yang pertama mengudara pada Desember 2007, dengan  host Andhara Early. Konsepnya meniru acara MTV TRL (Total  Request Live) yang meraih kesuksesan di Amerika Serikat selama  10 tahun; 14 September 1998-16 November 2008. Kemudian  diekori RCTI yang membuat DahSyat, tayang perdana Maret  2008. Host awalnya Darius Sinathrya. Konsepnya amat mirip,  awalnya juga memakai panggung outdoor seperti inBox. Namun  ratingnya tak bisa mengalahkan inBox.

Sampai hostnya  digantikan Raffi Ahmad-Olga Syahputra-Luna Maya di tahun yang  sama, konsepnya pun berubah indoor di studio RCTI. Data Nielsen periode 18-24 Februari 2008, acara musik  inBox meraih rata-rata rating TVR 2,9 dan share 27,1. Sementara  itu, rating Dahsyat periode 6-12 Oktober 2008, TVR rata-rata  DahSyat mencapai 3,1. Acara tahunan Dahsyatnya Awards 2012  tayang dengan total durasi 5,5 jam. Hebatnya, meski tayang  mulai 19.38 hingga lewat pukul 01.00 WIB dinihari, ratingnya  tetap nomor 1. Menurut data AGB Nielsen (ALL) Rabu (25/1),

Dahsyatnya Awards 2012 meraup TVR 5,9 dan TVR 29. Selain artis dan musisi lokal, serangan musik juga datang  dari artis interlokal alias lintas negara. Ada musisi korea papan  atas seperti Super Junior, SNSD, Big Bang, Wonder Girls, dan  2NE1. Atau musisi eropa mulai dari Lady Gaga, Justin Bieber,  Maroon 5, Bruno Mars, Katy Perry, atau Britney Spears. Musisi  luar negeri emang jarang nongol di layar kaca, tapi kalo udah  ngegelar konsernya, dijamin super heboh dan menghipnotis para  penggemarnya.  Driser, serangan musik makin gencar dari hari ke hari.

Remaja sebagai target pasar para produsen dan musisi, makin  terhanyut. Secara tak sadar, duit mereka diporotin untuk nonton  konser musik atau ngikutin gaya hidup musisi idolanya. Yang  lebih parah, bukan cuman gaya hidup sekuler yang menjajah  remaja muslim lewat musik. Tapi juga ajakan menempuh jalan  hidup musisi nyeleneh yang menyimpang dan cenderung  ekstrim. Nah lho! Hati-hati ah! angnam Style, joget bergaya pemacu  kuda, yang dipopulerkan Psy, rapper asal  Korea Selatan, melejit dan ngehits di seluruh  dunia.

Tarian bergaya penunggang kuda ini  berhasil menjadi jawara di chart musik iTunes  dan masuk dalam Guinness World Records  dengan predikat video musik YouTube yang  paling "disukai" dalam sejarah. Bayangin aja,  hanya dalam waktu dua minggu sejak nongol  di youtube pada tanggal 15 Juli 2012, video  gangnam style udah dilihat lebih dari 43 juta  orang. Dan kini sudah merangkak ke 300 juta  orang. Sebuah prestasi yang fantastik untuk  sebuah video pendatang baru.  Trend tarian gangnam style yang lagi  banyak digandrungi para fandom melengkapi  popularitas K-pop di negeri ibu pertiwi. Ini  adalah bagian dari fenomena K-wave  (korean wave) yang tak terbendung.

Sebuah  fenomena yang menggambarkan  Gaya Hidup 'Gangnam Style' penyebaran budaya pop modern Korea di  berbagai negara. K-wave masuk melalui musik (K-pop), drama televisi (K-drama)  dan film (K-movies). Istilah k-wave pertama kali dicetuskan  oleh media-media RRC (China) untuk menyebut   fenomena yang sama melanda masyarakat RRC  pada awal tahun 1990-an.  Gencarnya budaya pop korea yang  menyapa kawula muda, perlahan banyak  mempengaruhi gaya hidup mereka. Dari mulai  cara berpakaian, dandanan, hingga bahasa dan  pergaulan. Trend busana remaji mengumbar  aurat ngikutin gaya sailor moon dengan rok  pendek dan atasan full press body.
Sementara  yang cowok berlagak modis khas pelanggan  salon kecantikan dari ujung rambut sampe  ujung kaki. Untuk penampilan, gak ketinggalan  gadget dan aksesories terbaru dan mewah.

  Bahasanya mulai dicampur dengan bahasa  korea. Dan pergaulannya makin glamour  dengan ala kehidupan distrik Gangnam di  Korea.  Booming Korea benar-benar telah merubah gaya hidup dan  jadwal kegiatan anak dan remaja sehari-hari. Pagi bangun tidur  dari kamar mereka sudah terdengar lagu K-POP terbaru macam  You and I, IU atau Trouble Maker, Hyun A & Jang Hyun Seung.
Me-request dan men-down load seakan merupakan keasyikan  tersendiri. Yang kadang menyebalkan para orang tua adalah  kegilaan pada Korea ini sampai mengorbankan waktu  beristirahatnya demi bela-belain nonton show Korea atau  sinema/drama Korea di internet maupun televisi. Seakan takut  berdosa ketinggalan si Korea ini sampai makan pun di depan lap  top atau televisi. Pagi menjelang sekolah, siang di sela-sela jeda  untuk ke sekolah sore dan di sela-sela jelang ke surau selalu  disempatkan up date. Hebat benar kekuatan magnet K-Pop ini.

Lebih gila lagi beberapa dari mereka mengganti nama di fb  dengan nama Korea lengkap dengan ejaan Koreanya. Tidak di  kelas, atau di kantin yang dibicaran berkisar cowok ganteng  mulus, kiclong artis Korea. Pokoknya laki-laki macho model Piere  Gurno mundur deh, alias nggak laku lagi. Makanya jangan heran  dunia hiburan kita banyak dipenuhi para bencong. Karena  mungkin takut ditinggalkan penggemarnya kalau tidak meniru  gaya bintang pujaan remaja ini. Terbayang bagaimana ramainya  salon kecantikan dipenuhi para lelaki kemayu untuk merawat  diri.

Nah lho! Secara kasat mata, budaya K-Pop yang dijajakan media  mengiring remaja untuk meniru gaya hidup "Gangnam Style".   Sebutan yang digunakan oleh warga Korea Selatan untuk  menggambarkan gaya hidup mewah bin glamour yang  berhubungan dengan Distrik Gangnam. Sebuah kawasan  makmur dan trendi di Seoul yang terkenal sebagai area elit  tempat tinggal banyak artis papan atas, publik figur, dan orang  terkenal lainnya.

Tak heran jika gangnam style jadi memancing  air liur para pria di Korea untuk terjun ke dalamnya karena gaya  lelaki Gangnam identik dengan kaya raya yang disukai banyak  wanita. Seperti digambarkan dalam klip 'Gangnam Style'.  Selain kehidupan glamour, Gangnam juga disesaki oleh  lebih dari 300-an klinik operasi plastik. Ternyata, artis dan warga  Korea terbiasa melakukan operasi plastik. Sebuah lembaga  pekerja berbasis online di Seoul mengadakan survey mengenai  'seberapa penting penampilan untuk orang Korea'.

Hasilnya 90%  responden pria dan wanita di sana menginginkan operasi plastik  untuk mendukung penampilan mereka. Operasi plastik alias permak wajah di negeri ginseng sudah  membudaya. Rata-rata orang Korea berusia 18-35 tahun lebih,  menginginkan hadiah yang tak biasa.

Mereka menginginkan agar  mata, dagu, pipi, dan hidung mereka dirombak dengan operasi  plastik. Bagi mereka operasi plastik jauh lebih penting ketimbang  memiliki gadget atau kendaraan pribadi. Apalagi di kalangan  artisnya, mereka cantik dan ganteng karena hasil permak di sana-sini.

Satu catatan lagi yang gak boleh kita lupain. Korea adalah  Negara dengan angka bunuh diri nomor 1 di dunia! Menurut  Menteri Kesehatan Korea Selatan, ada sekitar 35 orang Korea  yang tewas bunuh diri SETIAP HARI, baik dari kalangan artis  maupun orang biasa. Artis Park Jin Hee mengungkapkan dalam  tesisnya bahwa lebih dari 40% artis Korea mengalami depresi  dan ingin mengakhiri hidupnya. Tragis.  Seperti inikah gaya hidup  selebriti yang diidolakan banyak remaja kita Selain gaya hidup (life style), musik juga menjadi media  tokcer buat nunjukkin jalan hidup (way of life) musisi yang  menyimpang. Seperti yang disajikan oleh genre Black Metal.

Salah satu jenis musik yang sangat berhubungan erat dengan  pemujaan setan. Berbagai lirik, gaya, dan performa yang mereka  tampakkan memang menunjukkan hal itu. Black metal adalah  subgenre ekstrim dari musik heavy metal.  Ciri khas dari black metal adalah tempo yang cepat,  vocal yang teriak-teriak, gaya gitar yang terdistorsi, ketukan drum  yang cepat, dan struktur lagu yang tidak biasa. Awalnya musik  black metal dilekatkan dengan satanic metal karena keyakinan  satanisme yang dianut para artisnya, juga paham antikristus.

Lebih dari itu, beberapa pelopor dari genre ini telah melakukan  berbagai aksi pembunuhan, bunuh diri, dan pembakaran gereja.  Beberapa artisnya pun dikaitkan dengan neo-nazi, walaupun  sebagian besar penggemar black metal dan band black metal  yang menonjol menolak neo-nazi. Para praktisi black metal  biasanya menolak untuk muncul ke mainstream, mereka lebih  memilih untuk tetap underground. Pemujaan setan nggak hanya dimonopoli oleh black  metal. Ternyata pemujaan setan ini bisa juga kita temukan di  berbagai jenis musik yang lain dan juga pada musisi-musisi lain.  Misalnya pada Januari 2012,

Dailymail pernah melansir  pengakuan salah satu pekerja Hotel Intercontinental London  yang meninggalkan cairan mirip darah dalam jumlah besar di bak  Jalan Hidup Black Metal mandi hotel. Sumber lainnya juga mengungkapkan bahwa semua  staf hotel sangat yakin si Gaga telah mandi di sana atau  setidaknya menggunakan cairan merah itu untuk mendandani  kostumnya yang selalu saja super aneh. Jelas banget bahwa musik sama sekali nggak bebas  nilai. Di dalam musik pasti akan selalu ada muatan keyakinan  tertentu yang harus selalu kita waspadai. Kalo kita terlalu ngoyo  ikut-ikutan tren musik bisa-bisa kita dikendalikan oleh musik itu  sendiri. Sehingga kita melupakan tugas dan kewajiban kita  sebagai kaum muslim untuk membangkitkan umat.

So, be careful  of music! Driser, bicara tentang musik ternyata nggak cuman enak  didengar nadanya, gampang dihapal liriknya, mudah ditiru  tariannya, atau sedap dipandang penyanyinya. Tapi juga bicara  tentang budaya (hadloroh) dibalik geliat musik. Musik menjadi  media efektif untuk menularkan virus budaya sekuler dan  hedonis. Dari sekedar 'life style' diserangkan kepada umat  muslim yang akhirnya nanti jadi 'way of life'. Inilah salah satu  bentuk penjajahan yang menyerang remaja muslim saat ini.  Hasilnya? Kita ngerasa kuper bin cupu kalo nggak hafal  lagunya Noah Band. Belum sreg bergaul kalo penampilannya  nggak korean style. Ada yang merasa tersisih dari pergaulan, kalo  nggak ngikutin tangga lagu musik, dan sebagainya.

Nah,  pemikiran-pemikiran semacam itulah, yang disebut hasil dari  ghazwul fikri (perang pemikiran). Budaya suka nonton konser,  histeris ketika ngelihat band pujannya, sampe harus merasa  wajib menempelkan poster band di kamarnya, itulah yang  disebut hasil dari perang budaya (ghazwul tsaqofi). Makanya, kita mesti hati-hati dengan trend musik. Jangan  asal ngikut. Tapi cari tahu dulu asal-usulnya. Allah swt berfirman:  "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak  mempunyai pengetahuan mengenainya.

Sesungguhnya  pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai  pertanggungan jawabnya."(Qs Al Israa': 36)

 Jangan cuman tangga lagunya aja yang dipelototin. Tapi  juga budaya dibalik trend musik juga patut kita monitoring.  Tingkah polah musisinya yang sekuler tak lupa kita catet. Biar kita  bisa kasih tahu temen-temen yang belum ngeh dengan  penjajahan budaya lewat musik. Yup, itu baru remaja muslim  jempolan. Yuk ah![LBR
Diberdayakan oleh Blogger.